ASLABKESDA EXPO 2026 : Perkuat Kemandirian Laboratorium Kesehatan Menuju Sistem Kesehatan yang Tangguh dan Berkelanjutan
BADUNG – Bali akan menjadi tuan rumah pertemuan nasional insan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dari berbagai wilayah Indonesia. Akselerasi Laboratorium Kesehatan Daerah Indonesia (ASLABKESDA Indonesia) akan menggelar ASLABKESDA EXPO 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III, Forum Ilmiah V, dan Pameran Alat Laboratorium pada 16–18 September 2026 di Hotel Four Points by Sheraton Bali, Ungasan, Kabupaten Badung.
Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema “Penguatan dan Akselerasi Kemandirian Laboratorium Kesehatan untuk Transformasi Sistem Kesehatan yang Tangguh dan Berkelanjutan.”
ASLABKESDA EXPO 2026 yang diketuai oleh Iskandar AR, S.ST diharapkan menjadi ruang strategis bagi pemerintah, pengelola laboratorium kesehatan, praktisi, akademisi, serta mitra industri untuk memperkuat peran laboratorium kesehatan dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.
Dalam surat undangan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi serta Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, panitia mengajak daerah untuk menugaskan Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah mengikuti kegiatan tersebut. ASLABKESDA EXPO 2026 dinilai memiliki arti penting dalam mendukung komitmen transformasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Indonesia.
ASLABKESDA Indonesia sendiri merupakan perkumpulan Laboratorium Kesehatan Daerah dari seluruh Indonesia yang dibentuk pada 19 Juni 2021. ASLABKESDA sendiri bermula dari deklarasi Asosiasi Laboratorium Kesehatan Daerah se-Indonesia yang ditandatangani di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta pada 2 Agustus 2019, dengan dukungan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Deklarasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Musyawarah Nasional (Munas) ke-1 pada 19 Juni 2021 secara daring, yang menetapkan kepengurusan DPP ASLABKESDA INDONESIA periode 2021–2025. Pada 14 Agustus 2025, menyusul Musyawarah Nasional (Munas) ke-2, ditetapkan kepengurusan DPP ASLABKESDA INDONESIA periode 2025–2029 dengan Ketua Umum Drs. Endra Muryanto, Apt., MHA., MM. Organisasi ini hadir sebagai wadah untuk memperkuat jejaring, meningkatkan mutu pelayanan, mengembangkan potensi laboratorium kesehatan daerah, serta membangun kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Seiring perubahan regulasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah memiliki peran yang semakin strategis. Keberadaan laboratorium tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan diagnostik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem surveilans dan deteksi dini penyakit serta faktor risiko kesehatan masyarakat.

Bali Siap Menjadi Tuan Rumah
Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa Provinsi Bali, dr. Ni Made Rindra Hermawathi, Sp.PK, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASLABKESDA EXPO 2026. Menurutnya, kegiatan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Bali karena dapat mempertemukan insan laboratorium kesehatan daerah dari berbagai penjuru Indonesia dan menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman, serta mendorong inovasi dan peningkatan mutu pelayanan laboratorium kesehatan daerah. Melalui ASLABKESDA EXPO 2026 untuk mewujudkan laboratorium kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Rakernas, Forum Ilmiah hingga Pameran Teknologi
ASLABKESDA EXPO 2026 menghadirkan sejumlah agenda utama. Selain Rakernas III dan Forum Ilmiah V, kegiatan juga akan dirangkaikan dengan pameran alat laboratorium, lomba poster ilmiah, Lab Tour dan workshop di Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali, serta kegiatan wisata Bali bagi peserta.
Rakernas III akan menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun arah dan rekomendasi pengembangan Laboratorium Kesehatan Daerah ke depan.
Sementara itu, Forum Ilmiah V akan membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan transformasi laboratorium kesehatan. Materi yang dijadwalkan antara lain kebijakan transformasi sistem kesehatan dalam penguatan fungsi laboratorium kesehatan, peningkatan pelayanan laboratorium melalui pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga penerapan sistem integrasi laboratorium kesehatan.
Forum ilmiah juga memberikan perhatian terhadap surveilans berbasis laboratorium dan pemeriksaan mikrobiologi air, termasuk parameter Legionella, Streptococcus, Fecal Coliform, Escherichia coli atau E. coli, serta Total Coliform, dengan mengacu pada panduan APHA, ISO, dan ASTM.
Isu Legionella menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam forum tersebut. Pembahasan mencakup metode pengujian, surveilans berbasis laboratorium sebagai bagian dari deteksi dini penyakit dan faktor risiko, hingga deteksi legionellosis pada faktor lingkungan serta upaya pengendaliannya.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembahasan mengenai penerapan Sistem Integrasi Laboratorium Kesehatan dan pengelolaan Sistem Informasi Laboratorium Nasional (SILNAS).
Bali Jadi Ruang Pertukaran Pengalaman
Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para peserta dari berbagai daerah, tetapi juga membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik pelayanan laboratorium kesehatan.
Pada 18 September 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan Lab Tour dan workshop di Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali. Peserta dijadwalkan melihat tata ruang dan fasilitas laboratorium, serta mengikuti workshop terkait pengujian mikrobiologi air.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah diskusi mengenai berbagai kendala teknis yang dihadapi laboratorium kesehatan di daerah serta solusi yang dapat dikembangkan bersama.
Lab Tour dan workshop di Labkesda Provinsi Bali dalam rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkenalkan tata ruang dan fasilitas laboratorium kesehatan yang ada di Bali, sekaligus memperkuat pertukaran pengalaman antarsesama praktisi laboratorium.
Pameran Alat Laboratorium
Salah satu daya tarik ASLABKESDA EXPO 2026 adalah pameran alat laboratorium. Pameran tersebut menjadi sarana komunikasi dan pertukaran informasi antara laboratorium kesehatan dengan penyedia peralatan, instrumen, dan bahan habis pakai.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan teknologi pemeriksaan dan analisis yang dapat mendukung peningkatan kapasitas Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
Perkembangan teknologi laboratorium dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan akurat. Di tengah tuntutan penguatan sistem kesehatan nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan laboratorium kesehatan.
Ajang Ilmiah bagi Insan Laboratorium
ASLABKESDA EXPO 2026 juga memberi ruang bagi pengembangan karya ilmiah melalui lomba poster ilmiah.
Lomba tersebut mengangkat tema “Pemeriksaan Laboratorium Terkait Fungsi Labkesmas untuk Diagnosis atau Surveilans Bidang Medis maupun Kesehatan Lingkungan/Masyarakat.”
Peserta lomba berasal dari staf yang bekerja di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Tier 1 hingga Tier 4. Karya yang dikompetisikan berupa laporan kasus atau hasil penelitian yang bersifat original dan belum pernah dipublikasikan.
Pemasangan dan penjurian poster dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2026. Pengumuman hasil lomba akan menjadi bagian dari rangkaian Forum Ilmiah pada 17 September 2026.
Dihadiri Berbagai Pemangku Kepentingan
ASLABKESDA EXPO 2026 direncanakan melibatkan berbagai unsur dan pemangku kepentingan di bidang kesehatan. Peserta berasal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, pengurus ASLABKESDA Indonesia, Laboratorium Kesehatan Daerah, rumah sakit, puskesmas, laboratorium swasta, laboratorium industri, institusi pendidikan, instansi pemerintah, hingga praktisi laboratorium.
Pada agenda pembukaan Rakernas III yang dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2026, rangkaian kegiatan mencakup sambutan selamat datang dari Gubernur Bali, pembukaan resmi oleh Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, serta pembukaan pameran dan kunjungan ke stan peserta pameran.
Forum ilmiah pada hari yang sama akan membahas transformasi laboratorium kesehatan, surveilans dan pemeriksaan Legionella, hingga sistem integrasi laboratorium kesehatan. Setelah kegiatan seminar, Rakernas III akan dilanjutkan dengan sidang organisasi yang membahas pleno dan rekomendasi.
Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti penyusunan rencana tindak lanjut sebelum kegiatan dilanjutkan dengan Lab Tour dan workshop di Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali.
Dorong Sistem Kesehatan yang Tangguh
ASLABKESDA EXPO 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pertemuan organisasi, tetapi juga menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata dalam memperkuat Laboratorium Kesehatan Daerah di Indonesia.
Penguatan jejaring antarwilayah, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan teknologi, sistem informasi, hingga penguatan surveilans berbasis laboratorium menjadi sejumlah aspek penting yang akan dibahas.
Melalui pertemuan nasional ini, Laboratorium Kesehatan Daerah diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat secara lebih merata.
Dengan mengangkat tema penguatan dan akselerasi kemandirian laboratorium kesehatan, ASLABKESDA EXPO 2026 di Bali menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum nasional. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran laboratorium sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan transformasi sistem kesehatan Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung program pembangunan kesehatan nasional menuju Indonesia Emas melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan.